Assessment Center Polri Dukung Pemkab Inhil Bangun Birokrasi Profesional dan Berintegritas
Asesor SDM Kepolisian Madya Tingkat I SSDM Polri, KBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilaksanakan secara transparan, objektif, dan bebas intervensi.

Pekanbaru - Kepolisian Daerah Riau melalui Assessment Center Polda Riau bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar kegiatan Penilaian Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tahun 2025 di Aula Lantai 2 Direktorat Polairud Polda Riau, Selasa (11/11/2025).

Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Karo SDM Polda Riau, Dir Polairud Polda Riau, Bupati Indragiri Hilir H. Herman, S.E., M.T., Sekda Kabupaten Inhil Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., Inspektur Daerah Budi Nugroho Pamungkas, S.STP., M.Si., serta Asesor SDM Kepolisian Madya Tingkat I SSDM Polri KBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. Turut hadir pula para asesor, administrator SSDM Polri dan Polda Riau, panitia dari BKPSDM Inhil, serta 20 peserta ASN yang mengikuti penilaian kompetensi.

Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Riau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atas kepercayaan yang diberikan kepada Assessment Center Polri untuk melaksanakan kegiatan penilaian potensi dan kompetensi pejabat struktural tahun ini.

“Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang amanah dan efektif, sekaligus wujud nyata komitmen Pemkab Inhil dalam membangun birokrasi profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas,” ujar Karo SDM Polda Riau.

Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2012, Polri melalui SSDM telah bekerja sama dengan berbagai instansi pusat dan daerah dalam penyelenggaraan assessment center. Di Provinsi Riau, kegiatan serupa telah dilakukan bersama sejumlah pemerintah daerah seperti Pelalawan, Siak, Dumai, Pekanbaru, dan Indragiri Hilir.

Lebih lanjut, Karo SDM menjelaskan bahwa assessment center bukan sekadar alat ukur kemampuan ASN, tetapi juga sarana pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menilai, tetapi juga membangun. Kita menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kompetensi manajerial, komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan yang baik,” ujarnya.

Kepada para peserta, Karo SDM berpesan agar mengikuti proses penilaian dengan sungguh-sungguh, jujur, dan apa adanya.

“Hasil assessment bukanlah sekadar angka, tetapi cerminan potensi yang bisa terus dikembangkan demi kemajuan organisasi dan pelayanan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Asesor SDM Kepolisian Madya Tingkat I SSDM Polri, KBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilaksanakan secara transparan, objektif, dan bebas intervensi.

“Penilaian dilakukan oleh lebih dari satu asesor dengan berbagai metode terukur. Tidak ada ruang untuk titipan atau permintaan khusus. Hasil akhir sepenuhnya ditentukan oleh kompetensi nyata peserta,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar menampilkan kemampuan secara alami tanpa rekayasa.

“Jika ada kekurangan, itu bukan kesalahan. Justru menjadi dasar penting untuk pengembangan kompetensi ke depan,” tambahnya.

Kegiatan penilaian yang diikuti 20 ASN dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya