Kapolda Riau Buka Evaluasi dan Refleksi Citra 2026, Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Komunikasi Publik
Kapolda Riau Buka Evaluasi dan Refleksi Citra 2026, Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Komunikasi Publik

Kapolda Riau memimpin kegiatan Evaluasi dan Refleksi Citra Polda Riau Kuartal Tahun Anggaran 2026 yang digelar secara hybrid pada Rabu (22/4/2026) pukul 08.30 WIB di Aula Tri Brata Lantai 5 Polda Riau. Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Riau, para Pejabat Utama Polda Riau, Kapolres/ta jajaran, serta Staf Ahli Kapolri Bidang Media Sosial Dr. Rustika Herlambang bersama tim.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dr. Rustika Herlambang dan tim yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung penguatan komunikasi publik dan pengelolaan media sosial di lingkungan Polda Riau. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme personel Polri sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Kapolda menegaskan bahwa tantangan tugas kepolisian saat ini tidak hanya berkaitan dengan bidang operasional dan pembinaan, tetapi juga menghadapi berbagai kondisi kedaruratan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, seluruh jajaran diminta mampu membaca situasi, apakah dalam kondisi normal, krisis, atau berkaitan dengan kepentingan kedaulatan negara.

Ia mencontohkan situasi krisis yang membutuhkan langkah kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti TNI, BNPB, BPBD, Kementerian Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta para relawan. Menurutnya, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari penanganan lapangan, tetapi juga dari kemampuan menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan humanis kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan, termasuk community policing dan berbagai kegiatan pembinaan lainnya. Ia menilai program tersebut telah berjalan baik, namun implementasinya harus benar-benar dirasakan hingga tingkat masyarakat bawah.

Kapolda menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam menghadapi dinamika sosial. Menurutnya, narasi yang dibangun sangat menentukan persepsi publik, sehingga pendekatan represif tanpa diimbangi komunikasi yang baik justru dapat kontraproduktif terhadap upaya membangun kepercayaan masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan komitmen institusi terhadap integritas personel. Tidak boleh ada anggota yang terlibat narkoba maupun bekerja sama dengan pelaku kejahatan. Jika ditemukan pelanggaran, Kapolda meminta agar ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Kapolda berharap lahir berbagai gagasan, ide, dan rekomendasi konkret untuk memperkuat citra positif Polda Riau, menjaga marwah institusi, serta meningkatkan kualitas kinerja seluruh jajaran.

Usai sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dr. Rustika Herlambang dan Tim Ahli Media Sosial Kapolri. 


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya